Dakwah
Harus diakui kondisi umat Islam saat yang sangat jauh jika dibandingkan dengan kondisi ideal umat Islam seperti yang disebutkan dalam Al-Quran dan Hadits serta realitas umat terdahulu. Realitanya menunjukkan bahwa eksistensi ummat Islam sekarang sedang terpuruk.
Secara umum terdapat dua faktor penyebab keterpurukan umat Islam, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
Pertama, faktor internal adalah faktor-faktor yang datangnya dari dalam kalangan umat Islam sendiri. Baik yang disadari maupun yang tidak disadari, seperti aqidah dan akhlaq yang rusak, perpecahan antar umat islam, fanatisme madzhab, kurangnya komitmen dalam menjalankan Islam dan pengaplikasian system pendidikan yang memprihatinkan.
Kedua, faktor eksternal. Ini lebih diakibatkan oleh adanya konspirasi (persekutuan) internasional yang sangat kuat dan menjadikan Islam sebagai lawan utama yang mesti dimusuhi secara kolektif. Mereka menyusun langkah-langkah strategis dan terprogram dengan rapi beserta tahapan-tahapan yang harus dilakukan. Konspirasi internasional itu adalah kekuatan-kekuatan terstruktur, d
i antaranya Yahudi dan Nashara. Konspirasi mereka melalui ghazwul fikri, yakni usaha menguasai pemikiran bangsa lain, lalu menjadikan mereka sebagai pengikut setia terhadap setiap pemikiran, idealisme, way of life, metode pendidikan, kebudayaan, bahasa, etika, serta norma-norma kehidupan bangsa penginvasi.
Ghazwul Fikri jelas merusak tatanan masyarakat Islam, mengganti budaya Islam dengan Barat dan menjauhkan umat Islam dengan ajaran agamanya sendiri. Garis besar langkah kerja mereka adalah merusak Islam dari segi aqidah dan akhlak, memecah kaum muslim dengan nasionalisme sempit, menjelek-jelekkan ajaran Islam, memperdaya umat muslim bahwa segala kemajuan peradaban bisa dicapai dengan memisahkan agama (Islam) dari kehidupan masyarakat.
Melihat persoalan ummat Islam di atas, nampaknya dakwah Islam harus dilakukan dengan upaya yang serius dan tidak hanya cukup dilakukan dengan dakwah bil lisan, dakwah yang dibutuhkan adalah dakwah bil hal yakni kiprah nyata yang mampu menimbulkan perubahan perubahan sosial kemasyarakatan dan mampu memberikan solusi bagi permasalahan umat. Oleh karena itu, umat Islam harus bekerjasama antara satu dengan yang lainnya. Dengan bersama-sama bisa saling memberi semangat saat mulai lemah dalam memperjuangkan Islam. Bersungguh-sungguh merupakan modal yang sangat berharga. Tanpa kesungguhan, pekerjaan akan sia-sia belaka. Usaha yang dilakukan oleh orang yang serius akan berbeda dengan usaha yang dilakukan oleh orang tanpa keseriusan.
Setelah mengetahui permasalahan yang melanda, yang mesti dilakukan adalah mencari solusi. Kemudian dengan seluruh potensi berupaya untuk mengekseskusinya sesuai dengan kapasitas dan kapabilitas masing-masing. Ini merupakan upaya keterlibatan sekaligus tanggung jawab Yayasan Daiman Berbagi sebagai bagian dari umat Islam dalam memberikan yang terbaik bagi kebangkitan Islam.
Visi :
Berdakwah membersamai ummat menggapai muslimin yang kaffah
Misi :
- Melakukan berbagai kegiatan dakwah dan penyadaran umat untuk kembali kepada Islam,
- Menumbuhkan sikap amar ma’ruf nahi munkar di masyrakat
- Mengajak umat mengaktualisasikan ajaran Islam, baik dalam lingkup pribadi, rumah tangga, masyarakat, maupun bernegara
- Menebar dan mengirim para juru dakwah ke berbagai wilayah
Tujuan :
Menyampaikan ajaran Islam kepada umat demi tercapainya keselamatan dan kebahagiaan hidup di dunia maupun akhirat dalam naungan Ridha Allah subhanahu wa ta’ala.
